Batik Jumputan
Batik jumputan ada di berbagai daerah di Indonesia. Nama jumputan berasal dari kata “jumput”, di mana kata ini mempunyai makna berhubungan dengan cara pembuatan batik yang dicomot (ditarik) atau dijumput (dalam Bahasa Jawa). Batik menggunkan teknik tutup celup ini sudah dikenal di berbagai belahan dunia.
Sumber: https://m.merdeka.com/jabar/pengertian-batik-jumputan-berikut-cara-membuatnya-kln.html
Batik jumputan adalah pembuatan motif pada kain dengan cara mengikat bagian kain, lalu dicelupkan ke dalam larutan pewarna,setelah diangkat dari larutan berwarna ikatan dibuka sehingga bagian yang diikat tidak terkena warna.
Motif jumputan berserta gambar dan asal jumputan:
1.Batik Jumputan Solo
2. Batik Motif Jumputan Jogja
sumber foto: metroworld.id3. Batik Shibori
sumber foto: Bukalapak4. Batik Dian Sastro
sumber foto: BukalapakDinamakan batik motif Jumputan Dian Sastro karena jenis kain ini menjadi ngetren setelah dipakai oleh aktris kenamaan Indonesia tersebut dalam berbagai acara termasuk fashion.Khas dengan warna merahnya.
5. Motif Jumputan Pelangi
sumber foto: pondokibu.comAlat dan Bahan untuk membuat Batik Jumputan:
- Kompor
- Baskom
- Panci
- Gunting
- Tali
- Jarum
- Spidol
- Spatula
- Kain berwarna putih
- Wenter
- Air
- Garam dapu
- Kelereng, batu, atau uang koin
- Karet gelang
- Kompor
- Panci
- Sendok kayu yang digunakan untuk mengaduk
- Bara
- Langkah awal saat akan membatik adlaah mempersiapkan semua bahan dan alatnya. Karena jika ada yang tertinggal akan menghambat proses pembuatannya.
- Selanjutnya buatlah pola dasar dengan menggunakan spidol, Buat bola sesuka hati karena untuk latihan.
- Pola yang sudah dibuat kemudian diikat dengan tali. Proses ini dapat membuat bagian yang diikat tidak menyerap warna. Jadi perlu diperhatikan dengan seksama saat proses mengikat talinya.
- Selanjutnya persiapan mencelup kain ke pewarna. Siapkan dua liter air untuk setiap warna dan bubuhkan garam secukupnya.
- Panaskan di atas perapian hingga mendidih. Jangan lupa untuk mengaduknya agar pewarnanya benar-benar tercampur dengan sempurna.
- Celupkan kain ke dalam larutan pewarna tadi saat masih mendidih. Lakukan berulang kali sehingga tak ada lagi warna asli kain. Selain dicelup juga bisa digunakan teknik menyiram atau kuas.
- Lalu bilaslah kain tadi menggunakan air dingin agar pewarna yang tidak terserap karena kelebihan pigmen tidak luntur atau tercampur ke warna lain.
- Lakukan langkah di atas berulang-ulang untuk menambah motif.
- Proses terakhir ialah menjemurnya dengan cara diangin-anginkan tanpa terkena sinar matahari langsung. Agar terlihat rapi, jahitlah tepi kain agar benang pada kain terlihat lebih rapi.
Komentar
Posting Komentar